Kaprodi KPI Unhasy, Sayidah Afyatul Masruroh foto bersama pihak KPI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung usai teken kerja sama. (foto: gim)

Tebuireng.online– Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Unhasy teken Memorandum of Undestanding (MoU) dengan KPI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pada Kamis (6/6/2024) di aula Rektorat UIN Tulungagung.

Forum kerja sama ini juga merupakan agenda studi banding antara Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Unhasy dengan HMPS KPI UIN Tulungagung, yang diawali dengan seminar nasional dan dilanjut dengan studi room tour.

Kepala program studi KPI Unhasy, Sayidah Afyatul Masruroh menuturkan bahwa acara studi banding ini juga termasuk dalam rangkaian kegiatan dari penandatanganan kerja sama antara KPI Unhasy dengan KPI UINSATU.

Menurut penjelasannya, kerja sama antara dua kampus ini adalah dalam hal Tri Dharma perguruan tinggi. KPI UNHASY dengan KPI UINSATU diharap mampu berkolaborasi pada bidang penelitian, pengabdian, kuliah tamu atau seminar nasional, dan lain sebagainya.

“Semoga kerja sama kita tidak hanya sebatas pada penandatanganan kerja sama saja, namun ada tindak lanjut untuk tri dharma perguruan tinggi,” tuturnya.

Majalah Tebuireng

Selain itu, adanya kerja sama ini ditujukan sebagai media pengembangan skill mahasiswa dan dosen yang terkait di dalamnya.

Jajaran Dosen KPI Unhasy dan KPI UIN SATU foto bersama usai penandatanganan MoU.

Adapun forum yang mengangkat tema ‘Islam dan Media Sosial: Strategi Dakwah Gen Z’ itu dinarasumberi langsung oleh Suhari, Dosen KPI UNHASY, dan Luthfi Ulfa Ni’amah, Koordinator Program Studi KPI UIN SATU. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian acara studi banding sebagai pengingat bagi gen Z untuk tetap melanjutkan misi dakwah ditengah era digitalisasi serta penyebaran pesan yang amat cepat dan meluas.

“Tujuan dari acara studi banding ke UIN SATU adalah untuk mempelajari dan memahami praktik terbaik yang diterapkan di program studi pada kampus tersebut,” terang Widia Rohma Aulia selaku ketua pelaksana kegiatan studi banding dari KPI UNHASY.

Menurutnya, adanya studi banding ini termasuk dari mempelajari metode pengajaran, fasilitas, dan teknologi yang digunakan dan untuk bertukar pikiran agar bisa menambah wawasan yang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi mahasiswa, khususnya KPI UNHASY. Melalui room tour oleh KPI UIN SATU setelah dilaksanakannya seminar, KPI UNHASY diperkenalkan dengan berbagai program dan berbagai karya yang dihasilkan oleh KPI UIN SATU.

Mahasiswa KPI Unhasy dan UIN SATU Tulungagung foto bersama para dosen usai seminar nasional.

“Kami disambut dengan baik oleh tuan rumah dan mendapatkan banyak wawasan berharga mengenai bagaimana mereka mengelola dan mengembangkan program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kami sangat terkesan dengan inovasi dan teknologi yang mereka gunakan,” lanjut Widia.

Pewarta: Helfi